Business Turnover & Usaha Sangat Menguntungkan Dari Jualan Layang-Layang

<img src="TIPS BISNIS / PELUANG USAHA / Permainan Tradisional Melayu.jpg" alt="Business Turnover & Usaha Sangat Menguntungkan Dari Jualan Layang-Layang">
Permainan layang-layang hampir disukai semua umur dan taraf.. Itulah sebabnya bisnis pembuatan layang-layang tetap cerah sampai sekarang. Tak hanya layang-layang biasa, permintaan layang-layang hias berbagai bentuk juga sama tinggi permintaannya.
FORTUNA LIFESTYLE.COM | Siapa diantara kita yang tak mengenal permainan layang-layang. Malah diantara kita pada zaman kanak-kanak sudah pasti mempunyai kisah nostalgik tentang permainan layang-layang ini.


Walaupun kini zaman sudah berobah kepada permainan electronik dan gadget seperti permainan gamer online via smarthphone. Namun permainan layang-layang ini masih ramai yang meminatinya.

Boleh dikatakan layang-layang adalah permainan semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Kerana itu, layang-layang sampai sekarang masih laris manis di pasaran. Tak percaya, lihatlah omset jutaan rupiah yang diraih oleh beberapa produsen layang-layang di Daerah Pasuruan, Jawa Timur. Indonesia.

Sudah beberapa tahun ini para produsen/pengeluar bisa menjual layang-layang murah secara grosir(pukal). Untuk layang-layang polos ukuran panjang 58 cm dan bentang sayap 57 cm, harganya Rp 350.000(+=RM.12) per 1.000 item.

Adapun layang-layang ukuran sama namun bermotif/ bergambar harganya Rp.380.000.
 “Bila membeli dalam jumlah lebih banyak harganya bisa turun,” kata Pprodusen tersebut yang tak mau namanya disebutkan.

   READ MORE
Sejarah Dan Fungsi Layang-Layang
Asal Muasal Layang-Layang Tertua Di Dunia Dari Pulau Muna
<img src="TIPS BISNIS / PELUANG USAHA / Permainan Tradisional Melayu.jpg" alt="Business Turnover & Usaha Sangat Menguntungkan Dari Jualan Layang-Layang">
Bagaimana Produksi Layang-Layang Di Malaysia,? Sangat disayangkan kita di Malaysia,walaupun Masyarakat Malaysia berbilang kaum yang juga meminati permainan Layang-layang ini. Dan kita juga ada orang-orang yang pakar pembuat layang -layang dan Negeri-Negeri penghasil layang-layang. Cuma hasil ciptaan mereka tidak ada pembaharuan yang dapat menarik minat masyarakat untuk kembali mempopulerkan budaya nenek-moyang kita ini.

Hasil ciptaan mereka hanya tertumpu pada model/desain kuno seperti Wau. Bahkan untuk Event & Pesta Layang-layang peringkat Internasional yang biasa diadakan di Negeri Johor, Negeri Kelantan dan Negeri Terengganu,para peminat dan peniaga layang-layang terpaksa mendatangkannya-import dari Negara tetangga Thailand dan Indonesia bahkan ada yang dari Negeri China.

Padahal bisnis pembuatan layang-layang ini sangat berpotensi membawa keuntungan sampingan yang lumayan. Sampai bila Rakyat Malaysia ini hanya berterusan sebagai konsumer pasif,?

Menurut pengamatan penulis, motif paling populer saat kini adalah motif kartun kerana sangat disukai kanak-kanak dan remaja. Untuk memproduksi layang-layang model kartun tersebut, para produsen hingga memerlukan tenaga 17 karyawan. 10 karyawan bertugas membuat kerangka bambu, lima orang memasang kertas dan dua karyawan bertugas menyablon (sablon) gambar.

Seorang produsen layang- layang di Jawa Timur, Indonesia mengaku, penjualan layang-layang sampai saat ini sangat bagus. Bahkan, dia memiliki pelanggan tetap yang membeli dalam jumlah sangat banyak. “Sampai dibawa dengan lori” katanya.

Selain menjual langsung, Pengeluar juga melayani pemesanan online. Dengan pemesanan online ini, dia boleh menjangkau pembeli hingga di Jakarta dan Surabaya dan beberapa kota-kota lain di Indonesia


Dengan pasaran yang luas, dalam sebulan produsen bisa menjual rata-rata 100.000 layang-layang. Jumlah itu bisa melonjak menjadi 200.000 layang-layang saat musim liburan tiba seperti liburan(cuti) persekolahan

Dari penjualan layang-layang itu, pengeluar bisa mengantongi 'omset' (turnover/the amount of money taken by a business in a particular period) sebesar RM.15.000 (lima belas ribu ringgit) per bulan.

Dengan margin keuntungan sekitar RM 0.50sen untuk setiap per-pieces layang-layang yang dijual, Produsen/pengeluar bisa mengantongi keuntungan rata-rata RM.3500 per bulan.

 "Hanya saja, marginnya akan berkurang jika ada satu pelanggan membeli 50.000 layang-layang sekaligus. “Saya hanya ambil untung Rm.0 50sen per layang-layang,” katanya.


Bahan baku yang dipakai membuat layang-layang hias adalah bambu dan kertas parafin. Layang-layang  dilengkapi dengan semacam engsel agar sayapnya bisa dilipat agar mudah dibawa.

Yups, Siapa mahu mulakan bisnis layang-layang?
________________________
Adaptasi dari artikel www.Kontan.co.id
Editor by Fortuna Networks.Com