Misteri Pulau Sabira Pulau Terpencil Nan Indah Yang Jarang Dikunjungi Wisatawan [1]


http://fazryan87.blogspot.com/2014/11/misteri-pulau-sabira-pulau-terpencil.html

Misteri Pulau Sabira Pulau Terpencil Nan Indah Yang Jarang Dikunjungi Wisatawan [1] |

Kepulauan Seribu adalah gugusan pulau yang paling jadi favorit wisatawan-pelancong Kota Jakarta dan sekitarnya. Di antaranya banyak pulau di sana, ada satu yang paling cantik, masih perawan dan berada di paling utara yakni; Pulau Sabira.

Pulau Sabira atau yang juga disebut Pulau Sebira berada pada kordinat 05°12′18.5″S 106°27′39.4″E (lihat peta satelit), adalah pulau paling utara di Kabupaten Kepulauan Seribu, makanya kerap disebut sebagai “Pulau Penjaga Utara”. Pulau ini tepatnya berada di Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

http://fazryan87.blogspot.com/2014/11/misteri-pulau-sabira-pulau-terpencil.html
http://fazryan87.blogspot.com/2014/11/misteri-pulau-sabira-pulau-terpencil.htmlBerada paling jauh dari garis pantai Jakarta inilah yang membuatnya jarang dikunjugi wisatawan. Hasilnya, jadilah Pulau Sabira masih ‘perawan’ sampai saat ini.

Walau terlihat keindahan alamnya masih perawan karena jarang sekali ada wisatawan, namun disana sudah ada penduduknya yang berjumlah sekitar1.000jiwa.

(Sebatang pohon misterius  yang tetap bertahan untuk hidup dengan sisa kekuatannya 'Life will find the way')

Di Pulau Sabira, Awalnya Hanya Di huni Petugas Mercu Suar,


Pada masa penjajahan Belanda, biasa menyebut pulau cantik ini sebagai Noord Watcher yang memiliki arti ‘Penjaga Utara’. Selain itu, pulau yang memiliki luas sekitar 9,5 hektar ini juga mempunyai menara mercusuar setinggi 42 meter yang masih berdiri tegak sejak peninggalan kolonial Belanda yang membangunnya pada tahun 1869 di masa pemerintahan Raja Willem III.

Mercusuar ini difungsikan sebagai tempat pengawas kapal asing yang hendak berlabuh. Keindahan alam dan banyaknya jenis ikan di perairannya menjadi alasan nelayan mulai mendatangi dan kemudian bermukim di pulau tersebut.

Awalnya ada seorang nelayan bernama Joharmansyah, melaut di perairan Pulau Sabira.ketika itu melihat banyaknya potensi di pulau yang terletak di ujung utara Kepulauan Seribu ini.

Pada tahun 1974, penduduk Pulau Genteng yang pertama datang ke Pulau Sabira. Tapi nelayan dari Pulau Genteng hanya mencari ikan, setelah mendapat hasil tangkapan, lalu pulang. Waktu dulu di Pulau Sabira, hanya ada hutan dan mercusuar dan tidak mudah nelayan diperbolehkan untuk bermukim di Pulau Sabira.

Pulau Sebira ini layaknya kalau disebut sebagai “Pulau Bugis.” Ya kerana memang sekitar 90 peratusan penduduknya bersuku Bugis asal Bone, Sulawesi Selatan.

Menelusuri 'Pulau Bugis',

Mari kita menyusuri pulau ini. Sepanjang perjalanan, Anda akan benar-benar merasakan “Kampung Nelayan”. Ya! selain pakaian yang dijemur tentunya, ada ikan-ikan selar dijemur lalu ada juga kerupuk ikan yang dijemur.

Begitu melewati masjid Nurul Bahri, yang diareanya terdapat PLTS-Perusahaan Letrik Tenaga Suria-Tenaga Suria adalah bekalan letrik yang digunakan penduduk pulau ini.

Pandangan akan tertumbuk pada mercusuar berwarna putih. Suasana benar-benar sepi. Yang terdengar cuma deburan ombak aja. Hiihii..!

Perjalanan dilanjutkan menyusuri pinggir pantai yang sudah ditembok pendek, seperti benteng. Tak jauh dari lepas pantai, terdapat sebuah pohon yang tumbuh sendirian. Pohon yang misterius.

Jelas bukan pohon bakau, namun apapun jenis pohonnya ia berusaha untuk hidup dari air laut yang masin di sisa hidupnya. Jika dilihat dari garis pantai, sepertinya pohon itu pada masa lalu berada di daratan.

Akibat abrasi laut, maka garis pantai semakin susut ke darat dan pohon itu tetap bertahan untuk hidup dengan sisa kekuatannya. Life will find the way. Lalu, agar pulau tak habis oleh abrasi dan deburan ombak, maka dibuatlah tembok pendek sebagai penangkal ombak.

Bersambung disini;

Misteri Pulau Sabira Pulau Terpencil Nan Indah Yang Jarang Dikunjungi Wisatawan [2]
_____________
Courtesy to icc.wp/kompassiana.com